Like a kind of Vagina Dentata.

Posting ini penting untuk semua perempuan indonesia dan bahkan dunia (kayak ngerti pake bhs indonesia)..
oke, keadaannya semua keparnoan ini terjadi akibat saya mudah sekali mengeluarkan flek keputihan yang kecoklatan walaupun emang sih nggak setiap hari atau setiap kali. tapi flek kecoklatan tersebut selalu keluar ketika setelah beraktifitas terlalu parah atau dalam istilahnya KECAPEK'an (normal nggak sih kaya gitu?). Pertama kali berflek seperti itu sehabis ospek dan emang jarang banget. masa flek coklat tersebut yang paling parah adalah waktu saya menjadi kordinator acara di pekan olahraga desarupa pekan lalu (tepatnya pas penutupan futsal IKJ). dan kebetulan memang keadaannya saya sedang sakit demam radang waktu itu (ngaruh apa yah ke vagina?).
Dan yang terakhir setelah musik PG kemarin.
Flek kecoklatan seperti flek-flek sehabis mens, tapi bedanya flek tersebut terjadi disaat kondisi tidak menstruasi.
Lalu saya mencoba mencari di google mengenai penyakit kelamin pada wanita.
Saya temukan kanker serviks yang emang udah sering kedengeran.


Sekitar 70% wanita di Indonesia mengalami kanker serviks atau kanker pada mulut rahim.
60%nya di sebabkan oleh penggunaan pembalut yang tidak higienis.
sisanya karena seks dini, gonta-ganti pasangan sex, dan MEROKOK.
bahkan MEROKOK resikonya dua kali lipat lebih beresiko dibandingkan penularan lewat sex.

iya tapi tetep nggak ada ngaruh-ngaruhnya buat saya untuk tidak merokok.
ya pokoknya intinya, saya ingin melakukan pengecekan sejak dini mengenai perihal flek-flek coklat tersebut minggu depan (tapi masih insya allah, ngumpulin keberanian dulu buat buka celana di depan dokter).
Oh ya tapi ada cara lain katanya selain ke dokter.
Beli softex ANION katanya, tiap pembelian satu bungkus dapat hadiah tester serviks yang saya tidak tahu pemakaiannya seperti apa.
Tapi apapun bentuk pengecekan anda, sebaiknya dilakukan sejak dini.. karena apabila seorang wanita mulai terjangkit infeksi vagina sejak usia 20 tahun, sedikitnya dibutuhkan 6 tahun dalam hidupnya hanya untuk proses pengobatan dan perawatan infeksi vagina ! dan harganya pasti lebih mahal dibandingkan vaksin kanker serviks yang saya lihat waktu itu di klinik Trisakti harganya Rp. 1.500.000,- (vaksinnya itu disuntik di vagina loooooooooooooooooh)



"Selama diberi kesempatan dan peluang untuk mencegah. sebaiknya dicegah. daripada mengobati tapi tidak bisa terobati." **Madam Kintil - Still Life Words vol. 1**


Oh ya.. PERINGATAN :
1. Sebaiknya selalu memakai kondom dalam melakukan sex. kalo bisa nggak usah, kalo nggak tahan mending petting aja. petting itu masih pakai celana dalam dan tidak langsung melakukan kontak alat vital dengan pasangan (ya dan saya harus akui saya adalah petting addictive). Tapi yang jadi pertanyaan, MAKE-OUT itu bisa menyebabkan kanker serviks nggak ya?

2. Hindari bergonta-ganti pasangan seks. oke di-skip, mungkin itu untuk kategori jenis perempuan lacur.

3. Kurangi merokok. maksimal sebungkus sehari. Alhamdulillah, saya paling jarang merokok diantara teman-teman saya yang lain. sebungkus bisa habis sehari setengah. beli pagi habis besok pagi (jam 1 an pagi).

4. Sering ganti celana dalam! atau selalu ganti pentiliner atau pentilayner ya namanya, setiap 2 jam. Tapi karena saya ngekos, saya jadi takut sama celana-celana dalam dikosan. masalahnya dicucinya satu kali dalem ember, DICAMPUR! dan saya baru sadar saya tadi baru ganti celana dalam dan melemparnya di keranjang kain kotor (udah kebiasaan males nyuci sendiri)

TERAKHIR!!!!
Ini yang paling penting!!!
CEK SOFTEX YANG SERING ANDA GUNAKAN SEKARANG ATAU SECEPATNYA.

* Sobek pembalut, ambil bagian inti dalamnya.
* Ambil Gelas bening dan didalamnya ada segelas air putih.
* Celupkan bagian inti dalamnya, dan ceburkan! aduk pakai sumpit!
* CERMATI! Apakah air tersebut keruh?


Jika keruh, itu menyebabkan kualitas yang sangat buruk untuk vagina. Dan udah tau kan, kalau softex biasa yang dijual di swalayan dengan harga sangat murah adalah berkas dari daur ulang sampah kertas bekas. sekali lagi sampah kertas BEKAS.


Dalam proses daur ulang sampah kertas bekas ini, tentu banyak menggunakan bahan-bahan kimia untuk proses pemutihan kembali, menghilangkan bau sampah kertas bekas dan proses sterilisasi bakteri yang terdapat pada sampah kertas bekas. NAH! POIN KIMIANYA DISITU!!!
Cegah global warming atau cegah pemborosan biaya produksi tanpa mikirin nyawa wanita???????






Oke, dengan ini saya menyatakan..
Bulan depan beli softex baru yang ada tester nya (sekalian). dan mulai besok mulai nyuci kancut sendiri.








P.S : Saya belum siap disuntik.

Komentar

  1. ada film kasusnya seperti ini. hahaha. coba lo cari di youtub namanya teeth.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar