"Believing."


Finding Neverland (2004)



Peter Llewelyn Davies It’s just, I thought she’d always be here.
J.M. Barrie:    So did I. But in fact, she is, because she’s on every page of your imagination. You’ll always have her there. Always.
Peter Llewelyn Davies:   But why did she have to die?
J.M. Barrie:    I don’t know, Peter. When I think of your mother, I will always remember how happy she looked, sitting there in the parlor watching a play about her family, about her boys that never grew up. She went to Neverland. And you can visit her any time you like if you just go there yourself.
Peter Llewelyn Davies:    How?
J.M. Barrie:     By believing, Peter. Just believe.




----------------------------------------------------------------------------------------------

Tadi saya habis bertanya-tanya mengenai future saya dengan orang yang 'bisa membaca' tentang yang gitu-gitu.. bisa dibilang the six sense lah..
Apa yang saya tanyakan ya nggak jauhlah dari ASMARA ama KARIR.
dan jawaban apa yang saya temukan?

ia bilang, pada dasarnya saya adalah figur yang terlalu CHILDISH (kekanak-kanakan) dan cenderung LABIL banget. istilahnya, saya hidup tuh selalu ngedepanin atau mikirin opini orang dan gampang banget buat 'dibawa' kemana-kemana. saya akui, saya memang merasa seperti itu sih.. tapi saya hanya agak kurang terima kalau ternyata sifat tersebut itu bisa jadi weapon untuk saya ke depan. yang mana dampaknya jadi negatif dan cenderung malah merugikan saya.



ada teman makan teman...
ada teman makan teman...



Itu yang paling saya inget dari kata-katanya. dimana saya terlalu ngikutin kata temen, yang ternyata temen itu justru malah merugikan saya banget. Nah, waktu saya bertanya soal karir, jawabannya juga nggak jauh sama, yaitu "Tergantung dari diri anda sendiri. Kalau anda 'kemakan' banget sama teman yang anda percayai itu.. maka semuanya akan kebawa. dimana anda menempatkan diri anda di posisi yang 'frustasi' dan bener-bener 'down' parah karena orang itu."
jadi saya menangkap inti permasalahannya, bahwa si teman yang saya sangat percayai ini benar-benar membawa pengaruh kuat kepada kehidupan saya, yang ternyata hasil akhirnya adalah BUKAN POSITIF.



Jujur, saya merasa takut sih sama penglihatannya tentang saya kedepan itu kayak gimana (kalo bisa gw ngulang waktu buat nggak nanya mending gw nggak nanya) tapi ya saya ambil positif lah.. apa yang dia bilang istilahnya adalah jembatan buat saya untuk berfikir lebih dewasa dalam menyikapi sesuatu, maksudnya ya apa yang dibilang bukan hanya sekedar "oh" aja. Mulai sekarang saya menjadi harus membatasi diri saya dalam mempercayai orang lain (walaupun itu bestfriend).
dan namanya juga ramalan kan nggak mesti jadi patokan hidup banget kan ya.. tapi toh setidaknya kalo udah bisa tau kisi-kisi dari yang dipaparkan tersebut ya harus diambil 'hati-hati' kaaaan....



Nah, kemudian...
saya nggak lama ternyata sama pacar saya yang sekarang.. dan ending storynya itu katanya tergantung dari 'dia'.. KOK GITU SIH..!!!
(nggak rela.............)
terus yang soal jodoh-jodoh gitu, ternyata katanya orang-orang kampus juga ya.. katanya saya nggak kenal, beda fakultas sama saya. tapi sering ada di sekitar saya... (cuma gw nggak 'ngeh' aja katanya).
oh ya ampun..
penasaran.........................................................
(diem-diem saya jadi suka clingak-clinguk kalo liat anak hukum atau anak ekonomi duduk di taman arsitek)
tapi yang nggak enaknya adalah.. saya kurang ngerti ya maksudnya nih buat pacar yang sekarang atau yang kedepan.. yang jelas si teman yang istilahnya 'black hole' itu ternyata suka sama pacar saya. tapi kasusnya, saya nggak tau nih pacar yang sekarang atau yang nanti.. tapi teteplah pada intinya saya harus berhati-hati sama 'black hole' yang ampe sekarang saya nggak bisa duga siapa deh tuh orang... soalnya 'black hole' ini awalnya ngambil pacar.. dan ampe karir-karir saya juga kebawa down gara-gara soal itu (katanya).


Baiklah...
seperti yang dikutip James Matthew yang difilm Finding Neverland.. (disambung-sambungin aja)
"Believing. Just Believe."
Saya bukan maksud "Believing" dalam hal apa yang baru dibicarakan tadi di atas...
tapi lebih kepada "Believing my self." dimana apa saja yang saya lakukan adalah atas dasar kesadaran diri saya sendiri dan dengan landasan pemikiran sendiri tanpa embel-embel orang lain yang opininya menjadi cenderung memberatkan saya. doakan saya menjadi lebih baik dan lebih dewasa. amien.

I believe my self.
and i created my future by myself.

-madam kintil-

Komentar