'karir' dan 'asmara'

lagu sibuk buat mo bikin acara yang berguna untuk junior-junior. yang mana di tengah-tengah rapat datanglah pacar saya yang menambahkan masukan-masukannya dengan caranya yang mungkin bisa dibilang ngeselin.
Dan sampai pada ketika, ada sebuah pembentakan dari pacar saya kepada seorang teman.




Oke teman-teman,
apapun yang terjadi kemarin dan nanti, perlu saya akui disini saya posisinya seperti kayak penengah atau yang menetralisirkan keadaan kiri dan kanan.. yang mana pada sejujurnya saya bener-bener nggak enak hati. please dong buat kedua belah pihak bisa kasihan sama saya...
Karena, ketika kiri lagi ngomongin kanan.. saya berada di tengah untuk membela kanan..
sebaliknya ketika kanan lagi ngomongin kiri.. saya pun tetap berada di tengah untuk membela kiri..
mungkin kalau teman-teman beranggapan saya cenderung lebih mengerat ke pacar, ya perlu diketahui juga bahwa sebenarnya si pacarpun berpikiran serupa, yaitu saya lebih mengerat ke teman-teman.


bingung nggak sih..
yang mau saya akui disini, saya memiliki teman-teman yang saya sayangi yang dimana kita menjadi satu kepanitiaan yang harus kompak.. tapi disisi lain, saya punya pacar yang ikut terlibat dalam keorganisasian mahasiswa yang pada dasarnya pengen tau setiap progressnya dan selalu ingin menyarankan opini atau saran yang mungkin kedengarannya agak memaksa.
sebenarnya sih nggak perlu dibawa ribet kali ya..
toh denger sendiri ada yang bilang, 'nggak usah mikirin banget tanggepan orang. ini kan acara-acara lo.' dan bagaimana kalau kita menanggapinya dengan positif saja, bahwa segala yang masuk dari luar itu sekedar 'pressing' buat kita biar semakin gerak cepat dan ber-progress, biarpun yang dari luar itu pada kenyataannya adalah pacar saya. hahaha.



maaf ya,
apa yang diomongin olehnya itu sebelumnya udah pernah disampaikan kepada saya.. harusnya saya bisa menyalurkannya ke kalian dengan cara yang pastinya kalian bisa lebih enak buat nanggepin.. tapi sorry, kembali ke peraturan awal, saya mengikuti dan percaya dengan ketua dan tim kerja saya. jadi kalopun saya udah tau dari awal tentang segala macemnya ya saya cuma kasih yang seperlu-perlunya aja (nggak pengen terlalu ribet) kecuali ya kalo posisinya saya berada sebagai ketua (mau nggak mau ribet). LAGI KENAPA NGGAK PILIH GUA SEBAGAI KETUA AJA SIH, GUA KAN UDAH NIAT JADI KETUA (kecewa).



tapi ya udahlah ya, intinya saya nggak enak hati.
kalopun karir dan asmara itu dibilangnya berbeda jalur, buat saya udah kayak sama jalur dan saling berhubungan.
masih nggak enak hati.
nggak tau kenapa rutinitas yang saya selalu saya dengar ketika saya berpacaran selalu membahas tentang urusan karir.. dan ketika saya berada dikampus bersama teman-teman saya, omongannya juga mau nggak mau ya sama: karir.

kalo saya bisa minta sama tuhan, kalo boleh biarin karir diomonginnya setiap HARI SENIN aja jangan dari senin-jumat (dan keluar dari ruangan)... dan please banget juga tuhan kalo boleh juga biarin saya pacaran banyakan ngomongin soal yang diluar dari kampus bukan malah sebaliknya....




p.s  :  sejujurnya, saya jadi merasa lebih nyaman buat autis sendirian di dalem kamar depan komputer.

Komentar