would i?

she and he. *he is my friend. *she is his girl. pasangan yang cocok banget. lot people admitted it. karena mereka sama2 cakep, baik, dan supel. sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. 3 tahun berumah tangga, mereka dikaruniai satu anak laki-laki. suddenly, ada musibah yang menimpa she. she mengalami kecelakaan tragis yang membuat ia harus kehilangan salah satu kakinya, dan ada beberapa jahitan di wajahnya yang membuatnya tidak terlihat seperti dulu lagi. tapi she adalah perempuan yang tegar dan penuh percaya diri. ia masih tetap menjaga penampilannya dengan merawat rambut sampai sesekali memoles make-up, berat badannya berubah drastis. ia menjadi terlihat lebih segar walaupun memang sedikit lebih gemuk dan kehilangan lekuk2 tubuhnya yang seksi. She mengabdikan hidupnya untuk suami dan anaknya. Dengan segala kekurangan yang ia punya, ia mampu untuk menjalani hari-harinya walaupun pada kenyataannya selalu sebel kalo tiap ketemu teman-temannya mereka selalu memperlakukan she dgn sangat 'special' like she wants to spill the word "omg guys, enough, i can take care my self."

but what happens now with a couple who seems like were born to meet each other?
suaminya telah memilih untuk poligami. she said that it's a bit illegal to said poligami. it's actually cheating.
She telah menyadari lama perselingkuhan itu, yang kebetulan orang ketiga ini adalah partner kerjanya He yang katanya biasa aja, even She is hotter than her! Yang akhirnya she mengambil keputusan untuk membicarakannya baik-baik, dengan keadaan anak laki-laki mereka di inapkan sementara dirumah neneknya, sehingga mereka punya ruang yang lebih lega untuk saling mengeluarkan emosi.
biar bagaimanapun She dan He tidak menginginkan perceraian. karena itu akan menyakiti banyak pihak, termasuk apalagi, anaknya. She memberikan solusi kepada He untuk berpoligami. Dan he menyetujui itu. Mereka mendapati kesepakatan yang baik dan damai. dan She merasa ya, He masih mencintainya seperti dulu. Yang ada di pikiran She, mungkin He hanya jenuh atau terdesak akan kebutuhan sex nya? it's not really a big problem for She. because She believes that deeply inside, He is still love her.

tapi komitmen yang dibangun di dalam sebuah komitmen mulai rapuh.
He tidak pernah pulang. Bbm hanya sekedar di read dan telfon tidak pernah diangkat. Orangtua She mulai khawatir dengan kondisi keuangan She. pasalnya, He tidak pernah kembali lagi untuk memberi nafkah dan karena kondisi fisik She yang tidak memungkinkan untuk kembali bekerja kantoran, She terpaksa harus mencari uang dengan segala cara seperti menjahit, berjualan baju, dan berjualan kue.
Orangtua She menyewakan sebuah ruko untuk She berusaha, dan She menggunakannya untuk membuka tempat makan yang dikelola secara franchise. karena daerah yang strategis, usahanya senantiasa berjalan dengan sangat baik.

Sampai pada suatu hari, He pulang ke rumah. Ia meminta maaf atas apa yang telah terjadi. He menggendong anaknya, memeluknya sambil meminta maaf. Dan sebelum He pergi, he mengajukan perceraian dengan She. He tidak sanggup dengan ocehan kerabat dan keluarga, seolah menempatkan He sebagai yang paling bersalah. She hanya mampu menangis, ia tidak bisa menjawab apa-apa.

He. is my friend. She yang meminta YM saya melalui facebook dan mencurahkan semuanya kepada saya. Padahal saya nggak kenal loh ama bininya hehehe cuma baru ketemu sekali. seharusnya nih cerita dimuat di freedom-air, tapi She request pokoknya harus disini -_____- rempong bet lu nyi, malah bukannya nulis aja kek di word... malah suru gw jadi scriptwriter mendadak modal chat YM.
she said that, she would like to link this post to him when i'm done. she said that both of them are a loyal reader of my blog. YEAAAAY, SO DESU KA???? *kegirangan *bodo amat *biar diboongin jg tetep girang

What i can say from this story.
untuk teman-teman yang masih lajang, pacaran, atau udah punya ancang-ancang. membuat komitmen itu nggak mudah ya.. bukan soal modal aja atau kejer setoran cuman gara2 'ape kate orang' dan 'age-limitation'. karena yang nulis ini kebetulan belum nikah yeh, jadi mungkin dari sudut pandang saya itu kayak gini aja simplenya. ketika lo liat cowo/cewe lo yang lo yakini ya gini aja "would you still love me and be there with me if......" and ask deeply inside your heart "Would i?" yang jelas don't worrying too much ya, it's life. dijalani aja jangan diterka-terka meyuyu nanti ndak jalan-jalan aheeee *kayak gw nih *obsess jd pramugari *gagal mulu ampe sekarang tetep nganggur *yah di jalaniin ajah *mending ngarep sambil nyoba *daripada ngayal doang :3

a letter from She to He,

"Halo my hubby. i miss you as always.
Semoga kamu masih ingat sama perempuan cantik yang meskipun pincang tapi tetep cantik ya? hehe can't believe my tears start falling down again. padahal belum masuk ke intinya. Jujur, sangat menyakitkan ketika harus mendengar kamu mengajukan semacam talak untukku ketika kamu baru banget aja pulang. jadi maaf, aku mungkin harus terbiasa dulu untuk nangis sampai emang udah ngerasa nggak sakit. But don't you remember? Waktu pacaran dulu, aku pernah berkata, kalo nanti aku menikah. aku hanya ingin menikah sekali dalam hidupku. dan aku tidak akan pernah mau seperti orangtua ku yang gagal. dan tadaaaa, i married you. Saat ini aku menjadi bertanya-tanya.. disaat kamu melamar aku, apakah kamu benar-benar yakin dengan keputusanmu? atau memang hanya sekedar siap materi saja dan penuh desakan? sebenarnya bukan masalah, tapi kadang.. ketika seseorang mengalami sebuah kegagalan, mungkin dengan spontan akan banyak pertanyaan-pertanyaan yang menghuni didalam kepala :)

Aku sangat kecewa. dan aku tidak pernah merasa begitu sekecewa ini dalam hidup aku. aku dengan pernuh berharap.... aku dapat mempertahankanmu. aku dapat bertahan dengan komitmen dan janji yang telah kita buat waktu itu. 'saling mengisi. walau dalam keadaan susah maupun senang..' menyakitkan untuk mengingat semua memori-memori yang lalu, seakan waktu itu... kamu nggak akan pernah meninggalkan ku seperti ini.

well, i don't know how to contact you if you block my twitter, facebook, and only read my bbm and never hang up your phone? perhaps you busy?
but anytime if you want to come home... sure you can always come."

love,
your almost ex-wife


P.S: Belakangan gw di twitter suka bacot pake bahasa jepang? gw abis ketemu sensei di apartemen gading... dan entah kenapa jadi interest lagi kangen jepang class di high school. *biarpun pas session ujian kanji buka catetan mulu di bawah kolong.......

Komentar