Hukum

Semua yang menuntut dengan mengambil dasar pasal tertentu bisa dihukum begitu juga yang dituntut dapat mengambil pasal tertentu untuk menuntut balik. semua yang dipidana bisa naik banding. semua yang salah ngomong, siapapun, bisa saling berdamai dalam bentuk komunikasi yang baik-inget kan kasus tifatul salah ngomong soal yesus yang untungnya ga ada yang bawa sampe ke pengadilan karena beliau sudah meminta maaf lewat media sampai anaknya ahmad dhani yang bebas pidana karena dari pihak korban menerima maaf dan memilih untuk tidak menuntut.
----------------------
Ngegoblok-goblokin orang cuma bisa bikin diri lo merasa lebih pinter bukan bikin lo jadi pinter. Orang yang goblokin orang-orang yang ga memilih Ahok seharusnya nanya balik ke dirinya apa udah cukup pinter dalam menjaring audiens? Marketing mo jor-jor-an nya kayak apa juga kalo produknya udah banyak yang pake terus banyak yang ngerasa ga puas ya susah dong memenuhi target... orang liat produk baru ya mikirnya simple aja 'oh coba kali ya, mungkin bagus-mungkin aman-mungkin lebih baik-mungkin ga digusur-mungkin untung', ya sesimple itu-untuk condong memilih kemungkinan. Agus, anaknya SBY backgroundnya partai demokrat yang udah terkenal CETAR MEMBAHANA jumlah suaranya jeblok karena apa? Ga terkenal? Jualannya kan tinggal ni produk anakannya produk ini yang feedbacknya "ohh iya gue tau ah engga ah soalnya bapaknya aja bla bla" alhasil kalah kan... coba tengok juga, Hillary dan Trump.... see?
Dan ya udah sama juga ama Ahok, mo sebagus apapun kinerja Ahok kemarin kan intinya tetep Ahok KALAH SUARA dalam sistem demokrasi, mending selisih suaranya hanya 5% bisalah dikategorikan 'perihal hoki' lah ini kan kalah jauh... berarti kenyataannya apa, lebih banyak suara yang nggak sepakat untuk Ahok maju lagi dengan segala kebijakannya which the truth is mo orang-orang itu lo kata jahat kek goblok nya kayak apa tetep aja populasi mereka lebih banyak untuk sepakat tidak memilih Ahok.
And then done, semua move on semua terima. Tapi selesai dari situ, Ahok kena vonis secara resmi bersalah sebagai penista agama. Gue pribadi demen banget sama karakter Ahok, ceplas ceplos walaupun terkesan mungkin sedikit angkuh tapi semua tau kinerja dia lebih baik dan terlihat daripada gubernur sebelumnya si Foke. Saya sedih karena beliau harus dinyatakan dan terbukti bersalah atas kasus penistaan agama, rasanya kayak ga fair aja dengan segala kemajuan yang secara nggak langsung udah kerasa di ibu kota, dia harus kayak ke-setting to send directly to jail, well itu pemikiran saya.
Ya balik lagi, nobodys perfect tho. Ya, Ahok salah ngomong. Itu konsekuensi dia-udah tau mayoritas sensitif, ya anggap kekurangan dia lah suka ceplas ceplos yang kebetulan mo pilkada, Ahok si minoritas salah ngomong nehhh, dan apesnya ada yang laporin dengan barang bukti rekaman. Sampai akhirnya menyulut kemarahan golongan islam yang kemudian dimanfaatkan oleh lawan politiknya. Sama juga dengan Habib Rizieq yang salah ngomong soal pancasila dan kerap kali merendahkan agama lain dalam ceramahnya, dimanfaatkanlah oleh segelintir golongan islamophobia.
Balik lagi,
Pak Basuki atau Ahok. Lihat caranya yang selalu hadir, ga mangkir sama proses hukum yang berlangsung... bahkan menghormati hakim yang menjatuhkan hukuman dan meminta untuk orang-orang yang 'sayang banget' sama ahok untuk bubar dari depan LP cipinang... wajar lah orang ada rasa simpatik dan respect sekalipun itu muslim.
Mulai lebay menurut saya kalo ada yang koar-koar justice lah apa segala macem, kalo dalam hati kecilnya sebenarnya tuh berpihak. Si 'Ahokophobia' yang cenderung ga sepaham sama liberal tiba-tiba ngemeng 'Ini negara demokrasi dan berbasis hukum, hukum harus tetap berjalan'... Si Islamophobia yang cenderung demokratif tiba-tiba ngemeng 'RIP Justice'
et dah sama aja pada ga konsisten... kakak adek kali apa gimana

Menurut saya pribadi, yang harus ditinjau adalah pasalnya. Saya yakin pasal pasal yang telah diciptakan sudah dibuat dengan sebijak-bijaknya walaupun ternyata bisa dimanfaatkan oleh orang-orang dengan untuk segala macam kepentingan. Nyatanya? Loh ga tau yah kalo maling sendal jepit udah ada yang kena pidana yang sama dengan maling uang negara triliyunan.
Sorry nih yang pada sumbu pendek maap2 ya, coba posisikan pasal pada undang-undang itu adalah ayat-ayat dalam kitab suci, tentu yang mengkaji isinya itu adalah orang-orang yang ahli dan berpengalaman dalam bidangnya dong. Siapa aja bisa main lapor dengan ngebawa pasal begini dan saksi begitu, tapi kan yang memproses itu sebaik-baiknya ya adalah ahli hukum. Siapa aja bisa main comot ayat sepenggal dua penggal untuk kepentingan tertentu, tapi kan sebenar-benarnya persepsinya orang ya adalah ahli kitab suci. Hukum bisa berpihak dari tergantung siapa yang menegakkannya, tetapi yang perlu diketahui adalah segala bentuk intervensi juga harus punya landasan kuat apalagi kalo proses hukum itu sendiri diawasi oleh publik. Tapi, apakah itu adil?



Babak baru yang ditunggu adalah.. si terdakwa penista pancasila kira-kira bakal diproses kayak gimana tuh... Karena jika memang akhirnya ngambang ae kayak tai ya berarti memang cenderung YES kalo ahli-ahli hukum di negara ini mungkin ada keberpihakkan. Di pantau aja, kalo mo protes ga usah marah-marah mending diem-diem nyusun strategi biar pasal penistaan agama na ni nu ne nong direvisi atau malah (kalo memang lebih baik) dihilangkan. Karena sesungguhnya penistaan agama yang nyata itu adalah ketika lo mengucap sumpah dengan kepala berada dibawah Al-Qur'an, tapi lo melanggar janji dan amanat yang diberi sampai tega-teganya lohhh pengadaan Al-Qur'an itu sendiri diselewengkan (e tapi proses hukumnya ga 'dicecer' kek kasus Ahok kok bisa ya)~ ya begitulah.

btw, om iwa k kaosnya keren ehh

Komentar